• Telp. (0341) 325267
  • info@sman4malang.sch.id

Tumbuhkan Karakter Positif dengan Kegiatan PCC

pcc7

Berbicara mengenai Kemah Blok Pendidikan Kepramukaan, OSIS SMA Negeri 4 Malang mengembangkan suatu program upaya meningkatkan karakter positif siswa-siswi SMA Negeri 4 Malang. Yang pastinya tidak asing, dikenal dengan nama Positive Charachter Camp (PCC), kegiatan tersebut kurang lebih telah dilaksanakan dua belas kali oleh SMA Negeri 4 Malang. Awalnya, kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum adanya aturan wajib kepramukaan yang ditetapkan oleh pemerintah. Dari tahun ke tahun, kegiatan ini memiliki sejarah tersendiri, pelaksanaan yang tak kalah menarik dan penuh nilai positif bermanfaat untuk siswa-siswi SMA Negeri 4 Malang (STETSA). Bermula dari para peserta yang hanya berasal dari kelas X SMA kemudian, semenjak tahun 2017, kelas X dan XI SMA wajib mengikuti kegiatan PCC.

Positive Character Camp 2018 kali ini, dilaksanakan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Waktu pelaksanaan mulai tanggal 10-13 Oktober 2018, seluruh siswa kelas X dan XI mulai mempersiapkan diri untuk mengikutinya.

pcc 1

(Foto : Suasana awal apel pemberangkatan PCC)

Rabu (10/10/2018), sejumlah truk tentara datang menuju SMA Negeri 4 Malang, rupanya kendaraan tersebut akan digunakan sebagai transportasi seluruh peserta PCC. Dibuka dengan apel pemberangkatan PCC 2018 di lapangan basket SMA Negeri 4 Malang sekitar pukul 06.45 hingga 08.30, disertai sambutan-sambutan pihak panitia dan pihak sekolah, tidak lupa dinyanyikannya lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta persiapan pemberangkatan dibimbing oleh panitia. Kemudian, setiap kelas menaiki truk yang telah dibagi oleh panitia. Sejumlah orang tua menunggu keberangkatan anaknya. Setelah semua naik, truk tersebut berangkat menuju Desa Ngadirejo.

pcc 2

(Foto : Siswa STETSA siap berangkat PCC, naikkan barang bawaan)

Sekitar jam sebelas siang, truk-truk tersebut tiba. Para peserta berkumpul di sebuah sekolah paud tak jauh dari pemukiman penduduk Desa Ngadirejo. Alfan Akbar Yusuf selaku Waka Kesiswaan SMA Negeri 4 Malang membuka acara PCC pada tahun 2018. Beliau menjelaskan beberapa dasar serta, tujuan dari dilaksanakannya PCC. “ Kegiatan ini dilaksanakan sebagai kewajiban memenuhi perkemendikbud 63 tahun 2014, tentang kegiatan kepramukaan dengan perkemahan 3 hari,” jelasnya. Tak hanya itu, dasar diadakannya PCC juga untuk pembentukan karakter, pemahaman peserta didik terhadap kondisi masyarakat, peduli sosial, dan kesadaran sebagai penerus bangsa.  Sedangkan, tujuan utama PCC sendiri terdapat dalam SKU Kepramukaan mengenai Tri Satya, Dasa Dharma dan lain-lain.

Setelah pembukaan, para peserta berkumpul dengan kelompok tidur masing-masing menuju rumah inang yang akan ditinggali. Disana, mereka berkenalan dengan inang, bersih diri, menata barang, dan beristirahat. Malam setelah ishoma sekitar jam tujuh malam, para peserta berangkat menuju paud untuk kumpul perkelas latihan Inagurasi. Inagurasi atau yang biasa disebut pentas seni akan ditampilkan pada tanggal 12 Oktober 2018 malam terakhir PCC di Desa Ngadirejo. Usai kegiatan, mereka pulang ke rumah inang masing-masing.

pcc3

(Foto : Latihan Inagurasi, hari pertama PCC)

Pada hari kedua (11/10/2018), yang pastinya tak kalah seru, diadakannya jelajah siang setelah semua peserta senam pagi di paud dan sarapan dari rumah inang. Jelajah tersebut dibagi atas beberapa kloter pemberangkatan. Lantas, apakah sepanjang perjalanan hanya diam saja? Tentu, tidak. Kelompok bermain diwajibkan memiliki yel-yel untuk dinyanyikan setiap perjalanan. Berbagai macam game disetiap pos-pos jelajah. Diantaranya pipa bocor, estafet bola, jaring laba-laba dan lain-lain. Salah satu game yang unik yaitu, tebak rempah-rempah. Setiap kelompok diberi satu kemasan berisi macam-macam rempah yang harus diketahui namanya dan ditulis diselembar kertas. Tidak mudah bila para siswa hanya memiliki sedikit wawasan. Setiap game, bagi siapa yang menang akan mendapatkan bintang, nantinya dikumpulkan dan akan mendapat point tambahan.

pcc4

(Foto : Senam pagi hangatkan PCC)

pcc5

(Foto : Kegiatan jelajah siang, siswa bermain game dan nyanyikan yel-yel)

Usai melewati banyaknya pos, para peserta dapat pulang menuju rumah inang masing-masing untuk ishoma. Ba’da maghrib mereka yang beragama islam beserta inangnya datang menuju pengajian di salah satu masijd Desa Ngadirejo. Sepulang pengajian, mereka istirahat dirumah masing-masing.

pcc6

(Foto : Mendengarkan ceramah, kegiatan pengajian dengan warga setempat)

Sebuah kegiatan menarik di hari ketiga (12/10/2018), kesempatan buat para peserta yang ingin mencoba berjualan dan belajar menjadi guru, dapat mencobanya di Desa Ngadirejo. Berpakaian batik  merah STETSA dengan membawa peralatan mengajar, sekitar pukul delapan pagi mereka berjalan menuju Paud untuk briefing kegiatan mengajar. Di sana mereka belajar mengajar murid-murid Desa Ngadirejo. Untuk yang ingin mecoba berjualan, mereka sudah harus siap juga berangkat menuju sekitar POSKO Kesehatan mengikuti briefing kegiatan pasar murah. Disana mereka berjualan pakaian, ada juga sembako. Seusai kegiatan, mereka pulang menuju rumah inang masing-masing. Selain itu, diadakannya pemeriksaan gratis di balai.

pcc7

(Foto : Kegiatan belajar menjadi guru)

 

 pcc8

(Foto : Pasar murah, bersama warga setempat)

 pcc9

(Foto : Pemeriksaan mata gratis)

 

Malam terahkhir di desa Ngadirejo, para peserta menampilkan inagurasi dengan kelasnya masing-masing. Ada yang tampil bernyanyi, dance, kolaborasi dance, pencak silat, dan lainnya. Namun, ada sedikit kendala sehingga inagurasi tidak semua dapat tampil pada hari itu juga. Inagurasi diputuskan lanjut di sekolah tepat setelah penutupan lomba bulan bahasa (rabu, 31 Oktober 2018). Setelah acara tersebut selesai, semua peserta berkumpul dengan kelompok tidurnya masing-masing untuk pulang menuju rumah inang.

pcc10

pcc11

(Foto : Penampilan inagurasi per-kelas)

Sabtu (13/10/2018), tak terasa, kegiatan PCC berlalu dengan cepat. Hari itu, mereka harus meninggalkan Desa Ngadirejo. Seluruh peserta mengemasi barang bawaan mereka masing-masing. Tak lupa, mereka memberikan hasta karya untuk kenang-kenangan dan ucapan terima kasih pada keluarga inang yang mau membantu mereka, dan berbaik hati meminjamkan tempat tinggalnya untuk kegiatan PCC. Perpisahan mereka terasa cepat, begini kata salah satu peserta bernama Yasmine saat berpisah dengan ibu inangnya, “baru saja PCC tapi, nggak kerasa sudah berpisah sama inang, sedih juga rasanya.”

pcc12

(Foto : foto bersama sebagai kenang-kenangan dengan inang)

 

Jam delapan pagi, seluruh peserta dengan pakaian pramuka lengkap izin pamit pada inangnya masing-masing. Kemudian, mereka berkumpul di area POSKO dengan banyaknya barang yang mereka bawa. Telah siap, ini kata peserta kelas X yang kerap dipanggil Delia, “barang sudah siap semua, senang rasanya bisa pulang kerumah.” Dihiasi senyumnya. Seperti saat berangkat, mereka pulang menaiki truk yang sama. Satu persatu truk peserta meninggalkan Desa Ngadirejo. Sesampainya di sekolah, banyaknya orang tua telah menanti lama kehadiran putra-putri nya. Suksesnya acara PCC 2018 dengan banyak kesan ada senang, sedih, dan banyak kesan lainnnya. (AMR)      

pcc13

(Foto : Siswa-siswi STETSA telah selesai PCC, waktunya untuk pulang)

 

Article by : Jurnalistik STETSA

Dokumentasi : Panitia PCC 2018

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>