• Telp. (0341) 325267
  • info@sman4malang.sch.id

STETSA SIAP ADIWIYATA NASIONAL! TUNJUKKAN PASTI BISA!

ADIW7

Rabu, 21 November 2018, menjadi hari besar bagi SMA Negeri 4 Malang. Pasalnya, visitasi lapangan adiwiyata dilakukan pada hari tersebut.
Kurang lebih sekitar pukul 13.00 WIB, tim juri hadir disambut oleh Finalis Dimas Diajeng STETSA (DDS) 2018 dengan selempang putihnya dan anggota OSIS yang berselempang warna hijau. Para dewan juri pun diberi selendang dari batik STETSA yang dikalungkan di leher. Kader-kader adiwiyata turut berjejer rapi di sepanjang jalan menuju Aula Tugu. Selain itu terdapat pula siswa bernama Nas dari kelas XII IPS yang menarikan Tari Gembangan. Sudah pasti, kali ini STETSA lebih kompak dalam penyambutan dan kegiatan visitasi adiwiyata.

ADIW1

(Foto : Penyambutan juri oleh guru STETSA)

ADIW2

(Foto : Juri dikalungkan batik STETSA oleh DDS STETSA)

ADIW3

(Foto : Penyambutan visitasi,Tari Gembangan oleh Nas)

Di Aula Tugu sendiri, siswa-siswi STETSA telah stand by dan kompak menyanyikan lagu selamat datang kepada para juri tepat saat tim tersebut memasuki aula. Tamu-tamu dari wali murid maupun kedinasan pun turut meramainkan acara penyambutan tersebut.

Setelah menyanyikan lagu selamat datang, para siswa-siswi pun melantangkan yel-yel adiwiyata STETSA yang dipimpin oleh Gonzaga Pijar. Uniknya, kekompakan seluruh siswa-siswi STETSA saat yel-yel patut diakui jempol. Sempat meraih juara 2 lomba supporter DBL 2018, mereka gunakan formasi yang lebih kreatif dalam kegiatan adiwiyata kali ini. Kalau disaat DBL menggunakan banyak property yang bisa dibilang kurang hemat, kali ini untuk mendukung sekolah adiwiyata mereka hanya menggunakan buku untuk menghemat kertas yang biasanya sering digunakan untuk property kemudian tak dikenakan lagi. Iringan perkusi pun turut menggetarkan langit-langit. Sungguh semarak, bukan?

ADIW4

(Foto : Yel-yel adiwiyata oleh seluruh siswa STETSA berlangsung semarak)

Kemudian, dilanjutkan dengan nyanyian tiga stanza Indonesia Raya oleh seluruh hadirin yang ada di Aula Tugu.

Para juri pun mengapresiasi semangat warga STETSA yang antusias menyambut tim juri Adiwiyata. Beliau mengatakan, “Kesan pertama saya saat masuk Aula Tugu ini adalah SMA Negeri 4 Malang mirip dengan Stadion Gajayana.”

Kemudian Budi Utomo Prasetyo, S.Pd, M.Pd selaku kepala SMA Negeri 4 Malang memberikan sambutan. “Keluarga STETSA peduli lingkungan dan mencintai lingkungan demi masa depan Indonesia,” ucapnya sekaligus harapan agar STETSA dapat semakin baik kedepannya. Meski SMA Negeri 4 Malang memiliki lahan yang kecil, seluruh warga berupaya untuk bisa membuat lingkungan menjadi sejuk, indah, dan nyaman.

ADIW6 ADIW5

(Foto : Sambutan kepala sekolah SMA Negeri 4 Malang)

Tidak lupa, penampilan lagu adiwiyata ciptaan Ibu Dini salah satu guru di STETSA, disertai dengan iringan gitar oleh Bapak Wahyu yang juga merupakan salah satu guru di STETSA. Keduanya membawakan lagu dengan penuh semangat. Kemudian, juri memberi bunga kepada keduanya. Rupanya, STETSA berhasil menyambut visitasi tahun ini dengan meriah.

Waktu terus berjalan, tim juri mulai menanyakan hal-hal seputar adiwiyata guna menilai seberapa pahamnya anggota sekolah terhadap adiwiyata. Apakah adiwiyata hanya sekedar ucapan dan yel-yel? Ataukah memang STETSA memahami betul dan menerapkannya dalam bukti nyata di kehidupan? Hal itu sudah pasti perlu pembuktian. Sebab itu, beberapa siswa-siswi turut acungkan tangan menjawab pertanyaan dari para juri sebagai bukti bahwa mereka benar-benar berpartisipasi dalam kegiatan adiwiyata di STETSA.

Tak hanya seputar tanya jawab, kedua pihak (juri dan warga sekolah) membuat kesepakatan dalam adiwiyata kedepannya. Diantaranya, masuk dalam sekolah upayakan untuk mematikan mesin kendaraan. Kedua, saat minum pastikan tidak menggunakan sedotan plastik. Selanjutnya, membawa bekal saat ke sekolah, Terakhir, diharapkan tidak membawa minuman botol. Kesepakatan tersebut wajib dilaksanakan untuk seluruh anggota sekolah. Hal tersebut sangat diupayakan oleh pihak sekolah dan siswa-siswi SMA Negeri 4 Malang. Rencana membuat sanksi bagi pelanggarnya agar komitmen tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Penyambutan diakhiri, ditutup dengan doa oleh salah satu guru di STETSA. Dilanjut dengan penilaian juri yang berkeliling  melihat kawasan SMA Negeri 4 Malang. Setiap kader adiwiyata berada pada titik-titik tertentu yang hendak dikunjungi sekitar 4 juri disertai para pendamping. Di setiap titik, kader akan ditanya mengenai perkembangan-perkembangan adiwiyata disekolah.

Seperti contohnya, salah satu juri mengunjungi kedua siswi yang berdiri dengan banyaknya botol-botol diatas meja. Ternyata, disitulah penilaian juga diambil. Botol-botol yang disediakan disitu penuh dengan minuman segar yang dibuat dari bahan-bahan alami seperti contohnya sirup rosella, sinom, kunir, jahe, dan masih banyak lainnya. Tak banyak yang ditanyakan oleh juri, penjelasan cara pembuatan minuman bahan alami oleh kedua siswi, Mega Wahyu Nabilla dan Ardhini Muslihatun Aminah dirasa cukup.

Menariknya, juri ikut ditunjukkan sebuah robot karya siswa STETSA yang dapat membersihkan tetesan air untuk skala kecil. Ini merupakan salah satu inovasi baru, bisa saja suatu saat alat itu berguna menjaga lingkungan hidup lebih baik jika dikembangkan.

ADIW7

(Foto : Tim juri berkomunikasi dengan siswa perancang robot)

Di sisi lain, salah seorang wanita yang ternyata seorang juri sibuk berbincang dengan Diajeng STETSA yang mendampingi perjalanan visitasi. Beliau menanyakan persoalan Barcode yang tergantung di masing-masing tanaman yang tersebar. Hal seputar jumlah jumlah tanaman ber-barcode-pun ikut dipertanyakan. “Kalau untuk tahun kemarin masih sekitar 50 tanaman, kalau sekarang syukur dapat meningkat sekitar 200 tanaman ber-barcode,” Begitulah penjelasan dari siswi berselempang putih tersebut.

Juri masih harus berkeliling mulai dari biopori, ZAMP (air siap minum) bahkan, hingga masuk ke kelas-kelas.

Sekitar pukul lima sore, visitasi tersebut selesai dilaksanakan. Banyak yang bisa didapatkan dari kritik dan saran tim juri. Salah satunya mulai untuk menanam tanaman pandan dan melati untuk menambah harumnya ruangan. Kegiatan ini berakhir dengan harapan STETSA mendapatkan penilaian yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Usaha dan kerja sama totalitas dari seluruh warga sekolah diharapkan mendapat imbalan setimpal. (AMR,DAC,NA)

Article by Jurnalistik STETSA

Photo by Fast.Co

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>