• Telp. (0341) 325267
  • info@sman4malang.sch.id

Profil

Sejarah Singkat STUDIUM ET SAPIENTIA SMA NEGERI 4 MALANG

Pada perayaan dalam rangka memperingati Hari Jadi SMA Negeri IV diawal tahun 1971 diadakan berbagai pertandingan dan perlombaan. Salah satu perlombaan tersebut adalah lomba menggambar lambang SMA IV Malang. Lomba ini diikuti oleh siswa-siswi SMA IV dan dimenangkan oleh peserta putri dari kelas II IPS. Namanya Suhita Dewi yang sekarang bertempat tinggal di jalan dempo 8 Malang. Gambar pemenang itu diabadikan dan dijadikan lambang kebanggaan para siswa SMA IV Malang, dan disangga seutas pita putih yang bertuliskan motto SMA Negeri 4 Malang.

Sampai sekarang gambar lambang tersebut telah mengalami perubahan seirama dengan perubahan waktu, semisal perubahan tulisan SMAN IV menjadi SMU 4. Yang tidak berubah adalah gambar tugu dalam bingkai yang melambangkan tugu kebanggaan masyarakat Malang yang berdiri dengan kokohnya persis diantara Balai Kota Malang dan gedung SMA Negeri 4 Malang, serta pita penyangga gambar tugu tersebut.

Bapak JA. Ruslanadi Almarhum, guru seni rupa SMU 4 yang waktu itu beralamat dijalan Ngantang 44 Malang, menambahkan pada pita digambar/ lambang pemenang lomba tersebut dengan kata atau frase yang berbunyi STADIUM ET SAPIENTIA. Kata-kata ini bersal dari bahasa latin yang mempunyai arti :

Belajar (STUDIUM) dan (ET) Bijaksana (SAPIENTIA). Ini sesuai dengan kenyataan bahwa kegiatan yang dominan disekolah adalah belajar dengan menggunakan nalar dan akal budi yang bijaksana.

Motto ini sering dipendekkan atau diakronimkan menjadi STETSA yang sekaligus dijadikan jati diri almamater.

Apa Yang ada di SMA Negeri 4 Malang

Disalah satu dinding luar gedung SMU 4 Malang terdapat tulisan prasasti yang ditandatangani oleh seorang sesepuh, bernama R. Oesman. Dari prasasti yang dibuat pada tanggal 12 November 1981 itu dapat dipelajari bahwa bangunan gedung yang sekarang ini digunakan oleh SMU Negeri 4 Malang pernah digunakan oleh Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Tehnik (STM). Ini terjadi pada tahun-tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sampai tahun 1954. Sejak tahun 1954 sampai dengan akhir tahun 1958, SMA Negeri IV Malang (sekarang SMU Negeri 4 Malang) bergabung dengan SMA Negeri 1 Malang (sekarang SMU Negeri 1 Malang) di kompleks SMA Tugu Malang dengan nama SMA 1 AC. SMA AC adalah SMA yang hanya membuka jurusan atau program studi ilmu-ilmu sosial dan budaya. Ini berbeda dengan SMA II B dan SMA III B yang juga berada kompleks SMA Tugu. Kedua sekolah ini membuka jurusan atau program studi ilmu-ilmu pasti dan alam. Pada pertengahan bulan september 1958, SMA I AC dipecah menjadi dua SMA oleh pemerintah, yaitu SMA I AC dan SMA IV AC, dengan surat keputusan pemecahan Nomor 4 3/ SK/B.III tanggal 16 september1958. Sejak turunnya surat keputusan itu, SMA IV AC Malang memutuskan untuk menempati sebuah gedung diluar kompleks SMA Tugu untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajarnya, yaitu di Jalan Klenteng Malang yang sekarang telah berubah menjadi Jalan Martadinata yang sekarang ditempati oleh SMU Negeri 2 Malang. Tetapi SMA II B, yang berada di kompleks SMA Tugu, justru memilih menempati gedung di Jalan Martadinata tersebut. Ini cukup beralasan sebab bersamaan saat itu SMA II B ditunjuk pemerintah sebagai salah satu peserta Proyek Percontohan SMA Teladan. Dengan demikian gedung SMA IV ditukar dengan gedung SMA 2 Malang yang berada di Jalan Martadinata dan SMU Negeri 4 menempati gedung di kompleks SMU Tugu, tepatnya di Jalan Tugu Utara 1 Malang, dengan ciri dan keistimewaan yang unik, berbeda dengan SMU yang lain di Malang. Meskipun Surat Keputusan Pemecahan bertanggal 16 September 1958, SMA IV Malang baru memulai kegiatan persekolahan dan pendidikannya pada awal tahun berikutnya, yaitu pada tanggal 5 Januari 1959. Oleh karenanya, sejak saat itu, tanggal 5 Januari ditetapkan sebagai Hari Jadi Sejarah SMUN 4 MALANG.

MANTAN KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 4 MALANG

1. Bpk. E. Gunadi, almarhum (dari tahun 1958-1964 )

2. Bpk. Syaifudin, almarhum (dari tahun 1964-1965 )

3. Bpk. Drs. H. Soejitno Hadisaputro ( dari tahun 1965-1982 )

4. Bpk. Drs. R. Soekotjo, almarhum ( dari tahun 1982-1987 )

5. Bpk. H. Abdul Sukur, BA., almarhum ( dari tahun 1987-1993 )

6. Bpk. Soeatmadji, BA., almarhum ( dari tahun 1993-1995 )

7. Bpk. Drs. H. M. Kamilun Muhtadi, almarhum ( dari tahun 1995-1998 )

8. Bpk. Drs. Munadjat ( dari tahun 1998-2001 )

9. Bpk. Drs. Riyanto, MM ( dari tahun 2001-2002 )

10. Bpk. R. Mudjono Soediono, Spd. ( dari tahun 2002-2007 )

11. Bpk. H. Moh. Sulthon, M.Pd. ( dari tahun 2007- 2007 )

12. Bpk. Drs. H. Moh. Suryani Ali Pandi ( dari tahun 2007-2009 )

13. Bpk. Drs. H. Tri Suharno, M.Pd ( dari tahuh 2009-sekarang )