• Telp. (0341) 325267
  • info@sman4malang.sch.id

LESSON STUDY IS THE BEST WAY TO INCREASE LEARNING QUALITY oleh Achmad Sulton, S.Pd.

lesson study

Pernahkah anda sebagai seorang guru merenung dan berpikir tentang upaya meningkatkan kualitas pembelajaran ? Lantas bagaimana caranya? Kedua pertanyaan tersebut akan anda temukan didalam tulisan ini. Upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran didalam kelas adalah hal yang sangat penting dilakukan oleh seorang guru. Guru yang professional dan ingin berkembang adalah guru yang selalu berpikir tentang bagaimana membuat gebrakan-gebrakan yang baru dan luar biasa didalam kelas. Langkah dan strategi yang mumpuni akan mendorong pembelajaran semakin menarik dan menemukan makna dalam belajar. Oleh sebab itu dituntut sebagai seorang guru untuk terus berlatih dan mencoba hal-hal yang baru dalam pembelajaran. Sebagai contoh pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang mencoba memasukkan unsur 4 C didalamnya, seperti Critical Thinking, Communication, Collaboration, and Creativity. Ke empat komponen tersebut adalah kompetensi yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran. Oleh sebab itu salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mengasah dan mengupgrade kualitas pembelajaran kita adalah dengan “Lesson Study”. Lesson Study adalah suatu pendekatan peningkatan kualitas pembelajaran yang awal mulanya berasal dari Jepang. Kata atau istilah dalam Bahasa Jepang adalah “Jugyokenkyu”, yang berasal dari dua kata yaitu “ Jugyo” yang berarti “lesson” atau pembelajaran dan “Kenkyu” yang berarti “study” atau pengkajian. Tujuan utama dari lesson study adalah “Open Class” dengan Observer, yang meliputi kepala sekolah, mahasiswa, dosen atau teman sejawat yang secara terus menerus dan berkelanjutan melakukan pengkajian terhadap peningkatan mutu pembelajaran.Oleh sebab itu pembelajaran yang berkualitas itu adalah pembelajaran yang tidak instant, tapi perlu proses yang berkelanjutan.
Ada 4 tahap yang harus dilakukan dalam menerapkan lesson study. Pertama adalah ‘Plan’, artinya merencanakan atau merancang pembelajaran yang bisa dilakukan sendiri atau berkolaborasi. Perancangan pembelajaran dalam hal ini adalah penyusunan RPP/Chapter Design/Lesson Design. Mengapa dalam hal ini guru dituntut untuk membuat Lesson Design? berdasarkan pada Konten Youtube dari Ibu Husnul, Kepala sekolah SMAN 4 Malang menyatakan bahwa “ Guru adalah sebuah profesi yang memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme, memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia, memilki kompetensi yang diperlukan sesuai bidangnya dan memilki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesiannya”. Dari beberapa kalimat yang telah dikatakan oleh beliau dapat disimpulkan bahwa guru haruslah memiliki komitmen untuk dapat meningkatkan kompetensi yang dimilikinya berdasarkan tugas keprofesiannya, oleh sebab itu perancangan awal sebelum pembelajaran menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Dalam kesempatan lain di konten beliau juga menyebutkan bahwa “Guru yang membuat perencanaan dalam pembelajaran adalah guru yang memilki tambang emas”, maksud dari kalimat beliau adalah betapa kayanya seorang guru yang merencanakan pembelajaran didalam kelas sebelum mengajar, karena dari perancangan yang dilakukan akan muncul PTK, buku ajar, makalah atau buku yang popular hasil dari design yang dilakukan. Kedua adalah ‘Do’. Dalam tahap ini, setelah perencanaan dilakukan dengan matang selanjutnya guru melakukan aksinya didalam kelas berdasarkan perancangan/lesson design yang dibuat. Ketiga adalah ‘See’ pada saat guru melakukan aksinya didalam kelas, para observer melihat dan mencatat jalannya pembelajaran, yang diamati adalah perilaku siswa dan kompetensi yang dimilikinya selama pembelajaran berlangsung. Apabila siswa membentuk kelompok, maka para observer bisa berkeliling untuk mengamati, dan mencatat jalannya pembelajaran. Keempat adalah ‘Refleksi’ setelah pembelajaran usai, tiba saatnya untuk merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru. Dalam hal ini observer berhak untuk menceritakan dan merefleksikan hasil temuan dilapangan tentang pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya guru mencoba untuk menelaah hasil refleksi untuk dapat dipergunakan pada pembelajaran selanjutnya. Hal tersebut bisa dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan sehingga secara tidak langsung perbaikan terhadap kualitas guru dalam pembelajaran akan mengalami peningkatan. Masih bingung bagaimana caranya meningkatkan kualitas pembelajaran? ‘Lesson Study’ solusinya

Leave a reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>